Pernah melihat anak yang menjerit, meraung-raung sambil berguling-guling di lantai, bahkan membenturkan kepala ke tembok? Itulah salah satu perilaku yang ditunjukkan anak ketika sedang mengalami tantrum.
Tantrum adalah ekspresi rasa marah
dan frustrasi yang ekstrem
dan membuat seseorang
seperti kehilangan kendali. Selain berteriak
dan menangis, kadang
anak yang sedang tantrum juga
melakukan tindakan kasar, seperti
menendang atau memukul. Jika
tidak segera ditangani
dengan baik, anak akan
terbiasa memanfaatkan tantrum untuk menarik perhatian
dan mendapatkan apa
yang ia mau. Tentu
orang tua tidak
ingin ini terjadi.
Berikut beberapa tip yang bisa dilakukan untuk
mengatasi anak tantrum.
Yang perlu dihindari saat anak tantrum
Anda tidak pernah bisa menebak kapan dan di mana anak tantrum. Jika kapan pun dan di mana pun itu terjadi, ingatlah hal-hal penting ini:
1. Jangan hukum anak.
2. Jangan beri hadiah.
3. Tetaplah bersikap tenang.
4. Pastikan anak dalam keadaan aman.
5. Jika memungkinkan, isolasi anak ke tempat yan gsepi.
6. Jangan pedulikan sikap atau reaksi orang lain terhadap cara Anda mengatasi anak yang sedang tantrum.
Perlu diketahui, saat tantrum, anak sedang
kehilangan kontrol. Anda harus
bisa jadi orang
yang memegang kontrol. Menghukum anak
yang tantrum, dengan berteriak atau memukul,
tidak akan membantu.
Anak malah bisa
semakin menjadi-jadi. Tapi mencoba menghentikan
tantrum dengan memberikan apa yang anak inginkan
juga tidak baik.
Lebih buruk bahkan.
Dengan begitu anak justru
jadi terbiasa memanfaatkan
tantrum untuk kepentingannya.
BEDA TEMPAT, BEDA CARA
Perilaku tantrum bisa muncul di rumah dan di tempat umum. Beda tempat, beda cara menanganinya.
Di Rumah.
Jika anak tantrum di
rumah, ajak dia
ke ruangan atau
tempat, di mana dia
aman ditinggal sendiri.
Biarkan dia di dalam,
lalu tutup pintunya
dan jangan kembali
sampai anak tenang. Sesudah
anak tenang, ajak
dia bicara tentang
perilakunya. Jika tidak ada
ruang atau kamar
yang aman untuk meninggalkan anak
seorang diri, orang tua
bisa ikut menemani.
Tapi jangan tanggapi
tantrumnya sedikit pun. Kontak mata pun kalau
bisa dihindari.
Di Tempat Umum
Saat tantrum di tempat umum,
jauhkan anak dari keramaian
dan bawa ke
tempat sepi. Yang paling ideal, bawa dia ke mobil dan ikat
dengan safety belt.
Anda bisa berdiri
di luar mobil
atau duduk di
sampingnya, tapi jangan mengeluarkan
reaksi apa pun terhadap sikap
anak. Jika sudah
mereda, barulah ajak anak
bicara tentang kemarahan atau
tangisnya yang meledak-ledak. Setelah itu, silakan
kembali ke aktivitas semula.
Tapi ada saatnya
Anda tidak bisa
menemukan ruang sepi di
tempat umum, misalnya saat
sedang naik pesawat
terbang. Atau ketika sedang
berada dalam antrean panjang
di kasir supermarket. Dalam kondisi
seperti ini, yang bisa Anda
lakukan adalah menguatkan hati.
Abaikan saja anak yang sedang
tantrum. Tidak usah pedulikan tatapan
orang yang kadang terlihat seperti
menghakimi atau menghina Anda.
Tetaplah tenang. Jika kondisi
sudah memungkinkan untuk
mencari tempat sepi, barulah
ajak anak membicarakan
perilakunya
sumber : Majalah sekar.com



![download[4]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihKtnkCvSqhU4EUJ4oiz4SCpeCgcf9Ag7hDeMo-e8GwZnTYMKCF52Je9apMYvLwgb3PHtHX6xlYahbF-bTD7NWgxpzfRyT4tRhxMrushSM96_agiGSLrTRhEwLu53BNji_sTYEVH28BZ7R/s1600/download+oke+1.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar