Promo Juni 2014 Free Trial ( Les Privat Anak 1 - 5 Thn )






Free Trial ( Les Privat ) Promo Bulan Juni 2014

Les Privat untuk anak Usia 1-5 Thn Wilayah Pondok aren, Bintaro dan sekitarnya

untuk 20 Peserta pertama Fast response ( Ikka - 0818-083-84646 )


Meningkatkan Kecerdasan Anak Anda






Otak anda membutuhkan latihan layaknya otot. Jika anda sering menggunakannya dan dengan cara yang tepat, anda akan menjadi seorang pemikir yang terampil dan juga akan meningkatkan kemampuan anda untuk lebih berkonsentrasi. Tetapi jika anda tidak pernah menggunakan otak anda, atau menyalahgunakannya dengan bahan kimia berbahaya, kemampuan anda untuk berpikir dan belajar akan memburuk. Berikut adalah 5 cara sederhana jika anda ingin lebih produktif :



1. Minimalkan Waktu Menonton Televisi

Ini adalah kebiasaan yang cukup sulit untuk dirubah. Anak-anak cukup suka berdiam di depan televisi. Masalahnya adalah menonton televisi tidak melatih kapasitas mental anak anda atau memungkinkan untuk mengisi ulang baterai anda. Ini seperti memiliki energi yang tersedot keluar namun kita tidak memperoleh manfaatnya. Tidakkah anak anda merasa terkuras setelah beberapa jam menonton televisi? Mata anda sakit dan lelah karena terfokus pada kotak cahaya untuk waktu yang cukup lama. Anak anda bahkan tidak punya energi untuk membaca buku.
Ketika anak anda merasa santai, cobalah membaca buku sebagai gantinya. Jika anak anda terlalu lelah, cobalah dengarkan musik. Ketika anak anda sedang bersama teman , tinggalkan televisi dan lakukan percakapan. Lakukan hal-hal ini dengan porsi yang lebih besar dibanding menonton televisi dan biarkan diri anak anda untuk lebih santai.

2. Berolahraga

Dulu saya sempat terpikir untuk belajar lebih banyak dengan tidak berolahraga dan menggunakan waktu untuk membaca buku sebagai gantinya. Tapi kemudian saya menyadari bahwa waktu yang dihabiskan untuk berolahraga selalu mengarah pada pembelajaran yang lebih besar karena meningkatkan produktivitas setelahnya. Melatih tubuh akan membersihkan otak anda dan menciptakan gelombang energi. Setelah itu, anda akan merasa segar kembali dan dapat berkonsentrasi dengan lebih mudah.

3. Baca Buku yang Menantang

Banyak orang senang membaca novel fiksi yang menegangkan, namun umumnya buku-buku semacam ini tidak merangsang mental. Jika anda ingin meningkatkan daya pikir dan kemampuan menulis, anda harus membaca buku-buku yang membuat anda fokus. Membaca novel klasik dapat mengubah pandangan anda tentang dunia dan akan membuat anda berpikir lebih tepat. Luangkan waktu anda, baca kembali bila diperlukan, dan anda akan segera terbiasa dengan gaya penulis.
Setelah anda terbiasa membaca buku-buku yang menantang, saya pikir anda akan menemukan bahwa anda tidak akan tergoda untuk kembali pada novel-novel sebelumnya. Tantangan belajar ide-ide baru jauh lebih menarik daripada ketegangan membaca novel-novel thriller.

4. Lekas untuk Tidur, Lekas untuk Bangun

Jauh lebih sulit untuk berkonsentrasi jika anda kurang tidur. Anda akan merasa segar jika anda pergi tidur lebih awal dan tidak tidur lebih dari 8 jam. Jika anda tidur sampai larut malam akan mengakibatkan anda bangun dengan lesu dan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Dalam pengalaman saya, pagi hari adalah saat yang paling produktif. Bangun lebih awal memberikan anda jam lebih produktif dan memaksimalkan ketajaman mental anda sepanjang hari.
Jika anda memiliki kesempatan, ambil tidur siang 10-20 menit ketika anda terserang dengan gelombang rasa kantuk. Jika anda memaksakan diri akan membuat anda lesu, tetapi tidur siang singkat akan menyegarkan anda.

5. Luangkan Waktu untuk Berefleksi

Seringkali hidup kita menjadi demikian sibuknya hingga kita menjadi kewalahan, bahkan tanpa kita menyadarinya. Kita menjadi sulit untuk berkonsentrasi karena terus terganggu oleh pikiran yang mengomel. Luangkan waktu untuk menyendiri dan berefleksi, yang akan memberikan anda kesempatan mengatur pikiran dan memprioritaskan tanggung jawab anda. Setelah itu, anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang penting dan apa yang tidak. Hal-hal yang tidak penting tidak akan mengganggu anda lagi dan beban pikiran anda akan berkurang.
Saya tidak mengatakan anda harus duduk di lantai bersila dengan tangan membuka keatas. Apa pun yang memungkinkan dalam kesendirian untuk waktu yang lama bisa anda lakukan. Saya biasa melakukannya dengan berjalan-jalan sendirian. Lakukan percobaan untuk menemukan aktivitas refleksi yang tepat untuk anda.
 
sumber :http://www.akuinginsukses.com

Pengasuh Anak



Menilai pengasuh anak

Bila Anda berada di kantor, mungkin berulang kali pikiran Anda melayang ke rumah, apakah si kecil baik-baik saja? Bisakah susternya dipercaya?
Untuk mengurangi kekhawatiran Anda, cobalah mencermati hal-hal berikut:


Ajak si kecil berbicara

Bila anak sudah bisa diajak ngobrol, obrolan santai bersamanya bisa memberikan sinyal. Anda mungkin bisa bertanya padanya, “Adik ngapain saja di rumah hari ini? Main ke mana saja? Nangis nggak, tadi? Ada yang adik nggak suka?” Untuk si bayi, perhatikan apakah dia lebih sulit ketika Anda harus berpisah dengannya saat berangkat ke kantor.

Amati saat si kecil bersama pengasuhnya

Bahkan bayi pun bisa tersenyum dan langsung merangkak menghampiri bila dia menyukai seseorang. Bila anak Anda sedang ngambek atau menolak, bisakah si pengasuh membujuknya? Bagaimana dengan kejujurannya, apakah dia berterus terang jika terjadi sesuatu dengan anak Anda, termasuk bila si kecil susah makan hari itu? Apakah dia hanya sebatas melapor tanpa berusaha memecahkan masalah lebih dulu?

Catat perkembangan si kecil

Bila anak tak bahagia, besar kemungkinan mereka bisa mengalami kemunduran. Kalau si kecil sudah bisa pipis sendiri di toilet, tapi sekarang tiba-tiba sering mengompol di celana, mungkin saja dia sedang mengalami masa-masa sulit.

Periksa apakah berat badan anak terjaga dengan baik

Sesuai umurnya, berat badan anak seharusnya juga ikut bertambah. Bila berat badan anak mengalami penurunan, mungkin Anda perlu waspada apakah pengasuhnya telah memberikan asupan makanan yang dibutuhkan si kecil dengan baik.

Perhatikan perilaku si kecil

Apakah bayi Anda lebih rewel daripada biasanya? Bila hal itu berlangsung terus menerus selama berminggu-minggu berikutnya, Anda mungkin harus berbuat sesuatu, termasuk mengganti pengasuh anak bila perlu. Perbedaan signifikan yang terjadi pada kebiasaan makan, tidur, dan tingkah lakuk di luar kebiasaan juga mensinyalkan adanya masalah.


Penyebab Anak Tantrum



Pernah melihat anak yang menjerit, meraung-raung sambil berguling-guling di lantai, bahkan membenturkan kepala ke tembok? Itulah salah satu perilaku yang ditunjukkan anak ketika sedang mengalami tantrum.

Tantrum adalah ekspresi rasa marah dan frustrasi yang ekstrem dan membuat seseorang seperti kehilangan kendali. Selain berteriak dan menangis, kadang anak yang sedang tantrum juga melakukan tindakan kasar, seperti menendang atau memukul. Jika tidak segera ditangani dengan baik, anak akan terbiasa memanfaatkan tantrum untuk menarik perhatian dan mendapatkan apa yang ia mau. Tentu orang tua tidak ingin ini terjadi. Berikut beberapa tip yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak tantrum.

Yang perlu dihindari saat anak tantrum

Anda tidak pernah bisa menebak kapan dan di mana anak tantrum. Jika kapan pun dan di mana pun itu terjadi, ingatlah hal-hal penting ini:
1. Jangan hukum anak.
2. Jangan beri hadiah.
3. Tetaplah bersikap tenang.
4. Pastikan anak dalam keadaan aman.
5. Jika memungkinkan, isolasi anak ke tempat yan gsepi.
6. Jangan pedulikan sikap atau reaksi orang lain terhadap cara Anda mengatasi anak yang sedang tantrum.

Perlu diketahui, saat tantrum, anak sedang kehilangan kontrol. Anda harus bisa jadi orang yang memegang kontrol. Menghukum anak yang tantrum, dengan berteriak atau memukul, tidak akan membantu. Anak malah bisa semakin menjadi-jadi. Tapi mencoba menghentikan tantrum dengan memberikan apa yang anak inginkan juga tidak baik. Lebih buruk bahkan. Dengan begitu anak justru jadi terbiasa memanfaatkan tantrum untuk kepentingannya.

BEDA TEMPAT, BEDA CARA

Perilaku tantrum bisa muncul di rumah dan di tempat umum. Beda tempat, beda cara menanganinya.

Di Rumah.

Jika anak tantrum di rumah, ajak dia ke ruangan atau tempat, di mana dia aman ditinggal sendiri. Biarkan dia di dalam, lalu tutup pintunya dan jangan kembali sampai anak tenang. Sesudah anak tenang, ajak dia bicara tentang perilakunya. Jika tidak ada ruang atau kamar yang aman untuk meninggalkan anak seorang diri, orang tua bisa ikut  menemani. Tapi jangan tanggapi tantrumnya sedikit pun. Kontak mata pun kalau bisa dihindari.

Di Tempat Umum

Saat tantrum di tempat umum, jauhkan anak dari keramaian dan bawa ke tempat sepi. Yang paling ideal, bawa dia ke mobil dan ikat dengan safety belt. Anda bisa berdiri di luar mobil atau duduk di sampingnya, tapi jangan mengeluarkan reaksi apa pun terhadap sikap anak. Jika sudah mereda, barulah ajak anak bicara tentang kemarahan atau tangisnya yang meledak-ledak. Setelah itu, silakan kembali ke aktivitas semula.

Tapi ada saatnya Anda tidak bisa menemukan ruang sepi di tempat umum, misalnya saat sedang naik pesawat terbang. Atau ketika sedang berada dalam antrean panjang di kasir supermarket. Dalam kondisi seperti ini, yang bisa Anda lakukan adalah menguatkan hati. Abaikan saja anak yang sedang tantrum. Tidak usah pedulikan tatapan orang yang kadang terlihat seperti menghakimi atau menghina Anda. Tetaplah tenang. Jika kondisi sudah memungkinkan untuk mencari tempat sepi, barulah ajak anak membicarakan perilakunya

sumber : Majalah sekar.com